|
Written by Administrator
Thursday, 29 October 2009 20:18 |
 |
 |
 |
|
| Hal Kecil yang Bisa Kita Lakukan Untuk Bumi kita
|
|
Earth & Environment
|
| Ngeliat keadaan bumi kita sekarang ini, kayanya makin memprihatinkan yah! Apalagi ditambah isu bakal kiamat 2012 nanti. Hiiiiy, walaupun belom tahu kebenarannya, tapi tetep aja kan kita bakal ngerasa takut, apalagi masalah pemanasan global makin menjadi-jadi. Nah, supaya bisa ngejaga bumi kita tetep sehat, ada beberapa tips kecil yang bisa kita lakuin nih. |
|
|
Written by Administrator
Wednesday, 03 June 2009 10:53 |
 |
 |
 |
|
| Pembangkit Listrik di Orbit Bumi
|
|
Earth & Environment
|
ebuah perusahaan energi di AS sedang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTM) yang akan ditempatkan di satelit yang mengorbit Bumi. Cara tersebut akan efektif karena pemanfaatan sinar Matahari bisa dilakukan 24 jam tak perlu tergantung cuaca dan perubahan siang malam. Desain pembangkit listrik berbasis satelit tersebut, saat ini dirancang Solaren Corp. Satelit tersebut akan ngebawa rangkaian sel surya yang membentang sampe beberapa kilometer dan ditempatin di ketinggian 40.000 kilometer. Sel-sel surya akan mengumpulkan panas Matahari yang selanjutnya akan diubah jadi gelombang radio. Gelombang radio itu lalu dipancarin ke stasiun-stasiun penerima di permukaan Bumi. Di stasiun-stasiun tersebut, gelombang radio dikonversi lagi kali ini menjadi energi listrik yang akan dialirin ke jaringan listrik. Solaren telah mendapat kontrak dari Pacific Gas & Electric (PG&E), perusahaan listrik di California untuk memasok 200 megawatt dari pembangkit tersebut yang cukup untuk 250.000 pelanggan. Jika berjalan lancar, pembangkit tersebut mulai beroperasi tahun 2016. Saat ini, tengah dipersiapkan pusat stasiun penerima di Fresno County, California. Wilayah tersebut cukup jauh dari permukiman supaya gak ngeganggu kesehatan manusia. Selain itu, hal itu lebih ekonomis karena lokasinya dekat dengan jaringan listrik nasional dan gak sejauh lokasi PLTM yang umumnya dibangun pada daerah terpencil di gurun. "Meski sistem dengan ukuran sebesar ini dan konfigurasi eksaknya belum pernah dibuat, teknologi pendukungnya sangat matang dan berbasis teknologi satelit komunikasi," ujar Gary Spirnak, CEO Solaren Corp. Ia mengatakan proyek tersebut bakal menghabiskan dana sekitar 2 miliar dollar AS. Pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari juga jadi ambisi badan antariksa Jepang (JAXA). Tapi, teknologi yang dikembangkan Jepang akan memancarkan gelombang mikro ke Bumi. Jika pengujian sukses, Jepang akan ngeluncurin sejumlah satelit pendukung untuk memproduksi listrik yang cukup untuk 500.000 rumah tangga. |
|
|
Written by Administrator
Tuesday, 14 April 2009 00:58 |
 |
 |
 |
|
| Es di Kutub Utara Mengecil dan Menipis
|
|
Earth & Environment
|
Kutub Utara berada di atas es yang lebih kecil dan lebih tipis dibandingkan dengan sebelumnya. “Sementara es tua yang kuat mulai digantikan es muda yang cepat mencair.” Itulah yang dikatakan oleh beberapa peneliti di NASA dan National Snow and Ice Data Center di Colorado.
Menurut para peneliti tersebut, maksimum es laut Artik pada musim dingin ini bertambah 15 juta dan 150.000 kilometer persegi, sekitar 720.000 kilometer persegi lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata wilayah Kutub Utara antara 1979 dan 2000.
Pada musim dingin normal, es seringkali memiliki ketebalan tiga meter atau lebih tetapi tahun ini, ketebalan lapisan es hampir-hampir tak dapat menembus sasaran yang tepat "Arctic Circle". Jumlah es laut tebal mencapai tingkat rendah pada musim dingin dengan luas 680.400 kilometer persegi tahun ini, turun 43 persen dari tahun lalu. Pemanasan juga dapat mengubah pola iklim di seluruh dunia dan itu mengubah ekosistem bagi hewan seperti beruang kutub. Sementara itu, kondisi Kutub Selatan juga sangat memprihatinkan. Sebanyak satu beting es telah sirna dengan cepat, satu mulai hilang dan gletser mencair lebih cepat dari perkiraan semua orang akibat perubahan iklim, seperti diungkapkan beberapa peneliti Pemerintah Inggris dan AS pada 3 April lalu. Mereka mengatakan "Wordie Ice Shelf", yang telah terpecah sejak 1960-an, sirna dan bagian utara "Larsen Ice Shelf" sudah tak ada lagi dan lebih dari 8.300 kilometer persegi telah terpisah dari "Larsen Shelf" sejak 1986. Perubahan iklimlah yang menjadi penyebabnya. Demikian isi laporan dari "US Global Survey" (USGS) dan "British Antartic Survey", sebagaimana disiarkan di dalam laman www.pubs.usgs.gov.
Dalam laporan lain yang disiarkan di dalam jurnal "Geophysical Letters", "National Oceanic and Atmospheric Administration" menyatakan bahwa es juga mencair jauh lebih cepat daripada perkiraan di Kutub Utara. Laporan tersebut didasarkan atas analisis baru komputer dan pengukuran es belum lama ini. "UN Climate Panel" memproyeksikan bahwa temperatur atmosfer dunia akan naik antara 1,8 dan 4,0 derajat celsius akibat buangan gas rumah kaca, kondisi yang dapat mengakibatkan banjir, kemarau, gelombang panas dan badai lebih kuat. Sementara gletser dan lapisan es mencair, keadaan itu dapat menaikkan seluruh permukaan air samudra dan merendam daerah dataran rendah. |
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |